Kamis, 03 November 2016

Makalah prosedur penulisan bentuk pilihan ganda dan esay



TUGAS KELOMPOK
EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR MENGAJAR
PROSEDUR MENYUSUN SOAL BAIK SOAL BENTUK URAIAN MAUPUN PILIHAN GANDA
Dosen Pengampu:
Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd dan Yeni Rahmawati, M.Pd.

Disusun oleh
 kekompok 5:
Elsa Dwi Safitri          (14310043)
Elva Sari Madina        (14310044)
Suliyani                       (14310054)
Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Metro
Oktober  2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah profesi pendidikan sesuai dengan waktu yang telah  ditentukan. Makalah  ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas kuliah pada mata kuliah evaluasi proses dan hasil belajar mengajar. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini, diantaranya yaitu:
1.       Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd dan Yeni Rahmawati, M.Pd.
sebagai dosen pembimbing  mata kuliah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Mengajar..
2.      Orangtua yang selalu memberikan motivasi dan bantuan material kepada kami.
3.      Serta teman – teman yang selalu mendukung kami dalam pembuatan malkalah ini.
Kami menyadari bahwasanya makalah  ini masih jauh dari kata sempurna, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak yang telah membaca laporan ini sehingga dalam pembuatan berikutnya dapat lebih baik lagi.



Metro,  Oktober 2016


       Penulis   



DAFTAR ISI

Cover
Kata Pengantar.............................................................................................. .......... ii
Daftar Isi................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang ............................................................................................ 1
B.  Rumusan Masalah................................................................................. ....... 2
C.  Tujuan........................................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN
A.       Langkah – Langkah Penyusunan Soal............................................... ....... 3
B.       Penulisan Soal Uraian......................................................................... ....... 4
1.      Keunggulan Dan Keterbataan...................................................... ....... 4
2.      Kaidah – Kaidah Penulisan Soal......................................................... 4
C.       Penulisan Soal Pilihan Ganda............................................................. ....... 5
1.      Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda................................................. 6
2.      Penelaahan Butir Soal.................................................................. ....... 7
3.      No. Deskriptor Ya Tidak..................................................................... 8
4.      Pemeriksaan Hasil Tes......................................................................... 9
BAB III PENUTUP
A.       Kesimpulan.............................................................................................. 10
SOAL LATIHAN
DAFTAR PUSTAKA





BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari prosedur evaluasi berupa pengukuran hasil belajar pendidikan karena pengukuran merupakan salah satu dari sekian faktor dalam sistem yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Memperbaiki kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan membuat sistem pengukuran yang baik. Prosedur pada kegiatan pengukuran harus sistematis, pelaksanaannya pun harus memiliki akuntabilitas yang tinggi, serta hasilnya diharapkan dapat menjelaskan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Dengan dilakukannya pengukuran, seoarang pendidik akan dengan mudah menilai sejauh mana tingkat pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran.
Bahkan dengan mudah dapat dihimpun informasi sampai sejauh mana peserta didik mampu mengaplialasikan, mensintesa, dan menganalisis materi yang diajarkan oleh pendidik. Mengukur kemampuan peserta didik secara akurat sangatlah penting karena pendidik tidak dapat membantu peserta didiknya secara efektif jika tidak mengetahui pengetahuan dan ketrampilan yang dikuasai peserta didiknya dan mata pelajaran apa yang masih menjadi masalah bagi peserta didiknya. Hal yang sama pentingnya adalah pendidik tidak dapat memperbaiki pembelajaran jika tidak memperoleh indikasi efektifitas dalam mengajar. Tes merupakan salah satu cara untuk menaksirkan besarnya tingkat kemampuan manusia secara tidak langsung, yaitu melalui respon seseorang terhadap sejumlah stimulus atau pertanyaan. Oleh karena itu, agar diperoleh informasi yang akurat mengenai kualitas pendidikan maka dibutuhkan tes yang baik, bermutu,dan berkualitas.


B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana prosedur penulisan soal bentuk pilihan uraian?
2.      Bagaimana proedur penulisan soal bentuk pilihan ganda?
C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui prosedur penulisan soal bentuk uraian.
2.      Untuk mengetahui prosedur penulisan soal bentuk pilihan ganda.





















BAB II
PEMBAHASAN
Proses penyusunan secara umum, proses pengembangan, penyusunan, penyajian, dan pemanfaatan suatu tes prestasi belajar dapat digambarkan dalam langkah – langkah berikut:
1.      Penentuan tujuan tes
2.      Penentuan kisi – kisi tes
3.      Penulisan soal
4.      Penelaahan soal
5.      Uji coba soal dan analisisnya
6.      Perakitan soal menjadi perangkat tes

Secara umum, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan soal :
a.    Mengikuti langkah-langkah dan prosedur yang benar
b. Mengikuti berbagai kaidah yang ada agar soal-soal yang dihasilkan membentuk perangkat tes yang valid
c.  Mengikuti syarat-syarat dalam penyusunan soal

A.      Langkah-Langkah Penyusunan Soal
Sebagai sebuah proses, maka  dalam penyusunan soal harus mengikuti langkah-langkah berikut:
1.    Pilih materi atau topik yang tepat untuk diangkat menjadi bahan ujian
2.    Tentukan dari materi atau topik terpilih tersebut, bagian mana yang tepat untuk dijadikan soal dengan bentuk pilihan ganda atau benar-salah atau isian, atau uraian, atau ujian praktek
3.    Buat kisi-kisi soalnya yang disesuaikan dengan indikator capaian dalam setiap materi atau topik terpilih
4.    Tulis soal mengacu pada indikator sebagaimana dituangkan dalam kisi-kisi
5.    Tulis kunci jawaban (untuk soal selain uraian) atau pedoman penskoran (untuk soal uraian)
6.    Penelaahan dan perakitan soal beserta kunci jawaban atau pedoman penskorannya.



B.             Penulisan Soal Uraian
Bentuk soal uraian adalah suatu soal yang jawabanya menurut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan pikirannya, mengemukakan pendapatnya, dan mengekspresikan gagasan – gagasan atau hal – hal yang telah dipelajari  dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis.

1.    Keunggulan Dan Keterbatasan
Keunggulan soal bentuk uraian adalah dapat mengukur siswa dalam hal mengorganisasikan pikirannya, mengemukakan pendapatmya, dan mengekresikan gagasan – gagasan dengan menggunakan kata – kata atau kalimat siswa itu sendiri.
Keterbatan soal bentuk uraian antara lain adalah jumlah materi atau konsep/sub konsep yang dapat ditanyakan  relatif  terbatas, waktu untuk memeriksa jawaban siswa cukup lama, penskorannya relatif subyektif terutama untuk soal uraian nan obyektif,  dan tingkat  reliabilitasnya relatif rendah dibanding dengan soal bentuk pilihan ganda.

2.      Kaidah – Kaidah  Penulisan Soal
Beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk uraian adalah sebagai berikut:
a.    Materi
Ø  Saol  harus sesual dengan indikator
Ø  Batasan pertanyaan dan jawaban  harus jelas
Ø  Isi materi sesuai dengan tujuan  pengukuran
Ø  Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang,  jenis sekolah, atau  tingkat sekolah.


b.    Kontruksi
Ø  Rumusan kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata – kata tanya atau perintah yang menurut jawaban terurai.
Ø  Butir soal disertai pedoman penskoran
Ø  Rumusan kalimat soal tidak menimbulkan penafsiran pilihan ganda
Ø  Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapatpada soal harus jelas dan berfungsi

c.    Bahasa
Ø  Ruusan butir soal menggunakan bahasa yang sederhana, komutatif, dan mudah dipahami
Ø  Rumusan soal tidak mengandung kata – kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik
Ø  Rumusan soal tidak mengandung kata – kata/ kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
Ø  Butir soal menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Ø  Rumusan soal sudah mempertimbangkan.

C.           Penulisan Soal Pilihan Ganda
Tes obyektif pilihan ganda merupakan jenis tes obyektif yang paling banyak di gunakan. Konstruksi tes pilihan ganda terdiri atas dua bagian, yaitu pokok soal (stem) dan alternatif jawaban. Satu diantara alternatif jawaban tersebut adalah jawaban yang benar atau jawaban yang paling benar (kunci jawaban), sedangkan alternatif jawaban yang lain berfungsi sebagai pengecoh (distraktor). Pokok soal dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk pertanyaant tidak selesai atau dalam bentuk kalimat tanya. Jumlah alternatif jawaban yang dibuat terdiri atas 4 (empat) atau 5 (lima) option jawaban., untuk uji kompetensi sebanyak 5 (lima) option jawaban. Tata tulis tes pilihan ganda diatur sebagai berikut. Jika pokok soal (stem) ditulis dengan kalimat  tidak selesai, maka awal kalimat ditulis dengan huruf  besar dan awal option ditulis dengan huruf kecil (kecuali untuk nama diri atau nama tempat).
Karena pokok soal ditulis dengan kalimat tidak selesai,  maka pada akhir kalimat disertai 4 (empat) buah titik.  Tiga buah titik pertama adalah titik – titik untuk  pokok soal pokok soal yang ditulis dengan kalimat tidak selesai dan satu titik yang terakhir merupakan titik akhir alternatif jawaban. Dengan demikian akhir setiap alternatif  jawaban  tidak perlu diberi tanda titik. Jika pokok kalimat ditulis dengan kalimat tanya , maka awal kalimat ditulis dengan huruf kapital dan akhir kalimat diberi tanda tanya. Setiap awal option dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Jenis soal yang sering digunakan untuk uji kompetensi profesi adalah soal objektif bentuk pilihan ganda yang berupa kasus. Struktur soal terdiri dari kasus (scenario/vignette), pokok soal/pertanyaan (stem/land in), dan alternatif jawaban (option). Kasus/scenario yang dibuat adalah kasus – kasus factual/nyata, dengan pola pertanyaan harus berbentuk kata tanya, jelas dan dapat dijawab tanpa melihat option jawaban. Secara lebih rinci dibawah ini diuraikan.

1.     Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda
a.         Materi
Ø  Soal harus sesuai dengan indikator
Ø  Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
Ø  Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.

b.        Konstruksi
Ø  Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
Ø  Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan
Ø  Pokok soal jangan materi petunjuk ke arah jawaban yang benar
Ø  Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
Ø  Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
Ø  Pilihan jawaban jangan mengadung pernyataan , “Semua pilihan jawaban diatas salah”, atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”
Ø  Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya
Ø  Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan berfungsi
Ø  Butir soal jangan bergantung pada pada jawaban soal sebelumnya

c.         Bahasa
Ø  Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa indonesia
Ø  Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan di gunakan untuk daerah lain atau nasional
Ø  Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komutatif
Ø  Pilihan jawaban jangan menggandung kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian

2.    Penelaahan Butir Soal
Sebelum butir soal tersebut digunakan untuk mengukur kompetensi peserta ujian, butir soal tersebut perlu di telaah terlebih dahulu. Proses penelaahan hendaknya dilakukan oleh orang yang menguasai materi dan konstruksi tes (reviewer), adapun yang harus dilakukan dalam penelaahan butir soal adalah sebagai berikut:
Ø  Menelaah materi uji (harus relevan dengan kompetensi inti, bahasa dan tingkat kesulitan)
Ø  Menelaah struktur soal (stem-option dan atau scenario-stem-option)
Ø  Menyusun kesimpulan telaahan (komentar umum dan saran, keputusanditerima, direvisi, dikembalikan kepada penyusun atau drop) dibawah ini adalah daftar cek yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam menelaah butir soal pilihan ganda.

3.    No. Deskriptor Ya Tidak       
Ø  Inti permasalahan yang akan ditanyakan sudah dirumuskan dengan jelas pada pokok soal
Ø  Tidak ada pengulangan kata yang sama pada alternatif jawaban
Ø  Tidak ada penggunaan kalimat yang berlebihan pada pokok soal
Ø  Alternatif jawaban yang disediakan hendaknya logis, homogen, baik dari segi materi atau panjang pendeknya  kalimat, dan pengecoh menarik untuk dipilih
Ø  Pada pokok soal tidak ada petunjuk kearah jawaban yang benar
Ø  Hanya ada satu jawaban yang benar atau paling benar
Ø  Pook soal dirumuskan dengan pernyataan positif
Ø  Tidak ada alternatif jawaban yang berbunyi semua jawaban benar atau semua jawaban salah
Ø  Alternatif jawaban yang berbentuk angka sudah disusun secara berurutan
Ø  Suatu butir soal tidak bergantung dari jawaban butir soal yang lain

Catatan:
-          Konstruksi butir soal dikatakan baik jika tidak ada tanda cek pada kolom “tidak”
-          Butir soal yang tidak baik dikembalikan pada pembuat soal untuk diperbaiki, atau didrop. Jika berdasarkan hasil penelaahan butir soal tersebut dikatakan baik, maka butir soal tersebut siap untuk dirakit, diketik, dan kemudian di gandakan. Selam proses pengembangan tes, maka kerahasiaan tes harus dijaga. Setelah tes dilakukan, maka dengan segera hasilnya diperiksa.
4.    Pemeriksaan Hasil Tes
Cara pemeriksaan hasil tes pada pilihan ganda yang paling banyak dilakukan oleh para praktisi pendidikan dilapangan adalah dengan pemeriksaan secara manual. Cara ini tepat dilakukan jika jumlah peserta tes tidak terlalu banyak dan dilakukan dengan cara sebagai berikut:
-          Buatlah  master  jawaban (dari plstik transparansi) dengan mengacu pada format lembar jawaban yang digunakan peserta ujian
-          Gunakan master jawaban tersebut untuk memeriksa setiap jawaban peserta ujian
-          Jawaban peserta ujian yang sesuai dengan jawaban yang ada pada master adalah jawaban yang beanar, sedangkan jawaban yang tidak sesuai merupakan jawaban yang salah
-          Hitung jumlah jawaban yang benar sebagai dasar untuk menghitung tingkat penguasaan yang di capai peseta ujian. Setelah didapatkan hasil ujian, maka dilakukan penilaian berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang telah disepakati. Adapun hasilnya dinyatakan menjadi dua, yaitu lulus ujian (kompeten) dan atau tidak lulus (tidak/belum kompeten).












BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Kaidah atau penyusunan soal pilihan uraian dan soal pilihan ganda langkah – langkahnya hampir atau prosesnya hampir sama yaitu roses penyusunan secara umum, proses pengembangan, penyusunan, penyajian dan pemanfaatan suatu tes prestasi belajar dapat digambarkan dalam langkah – langkag berikut: penentuan tes, peneyusunan kisi – kisi tes, penulisan saol, penelaahan soal, uji coba soal, termasuk analisisnya, perakitan menjadi soal perangkat tes. Namun bentuk soal uraian menuntut siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasan – gagasan atau  hal – hal yang telah dipelajarinya dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis. 

















Soal Latihan
1.      Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan soal!
2.      Dalam menyusun sebuah soal uraian maupun pilihan ganda, kita harus mengikuti langkah-langkah penyusunan soal. Jelaskan langkah-langkah dalam penyusunan soal tersebut!
3.      Sebutkan dan jelaskan kaidah-kaidah dalam penulisan soal uraian dan pilihan ganda!
4.      Dalam penulisan soal uraian terdapat keunggulan dan keterbatasan. Sebutkan!
5.       Dalam penulisan soal pilihan ganda, penelaahan butir soal perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum butir soal tersebut digunakan untuk mengukur kompetensi peserta ujian. Adapun yang harus dilakukan dalam penelaahan butir soal yaitu? Jelaskan!















  

DAFTAR PUSTAKA
Dikti Kemenkes.2010.Panduan Pengembangan Penulisan Soal.Jakarta: Direktorat Ketenagaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional.
http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/168-artikel-pengembangan-sdm/9938-bagaimana-menyusun-soal-yang-baik diakses pada hari jumat pikul 08.00 WIB.