TUGAS
KELOMPOK
EVALUASI PROSES DAN HASIL BELAJAR MENGAJAR
PROSEDUR MENYUSUN SOAL BAIK SOAL BENTUK URAIAN MAUPUN PILIHAN GANDA
Dosen Pengampu:
Drs. H. Jazim Ahmad, M.Pd dan Yeni Rahmawati, M.Pd.
Disusun oleh
kekompok 5:
Elsa Dwi Safitri (14310043)
Elva Sari Madina (14310044)
Suliyani (14310054)
Prodi
Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan
Universitas
Muhammadiyah Metro
Oktober
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah profesi pendidikan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Makalah ini kami buat untuk memenuhi salah satu tugas
kuliah pada mata kuliah evaluasi proses dan hasil belajar mengajar. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu
kami dalam menyelesaikan makalah ini, diantaranya yaitu:
1. Drs. H.
Jazim Ahmad, M.Pd dan Yeni Rahmawati, M.Pd.
sebagai dosen pembimbing
mata kuliah Evaluasi Proses dan Hasil Belajar Mengajar..
2.
Orangtua
yang selalu memberikan motivasi dan bantuan material kepada kami.
3.
Serta teman – teman yang selalu mendukung kami dalam pembuatan malkalah
ini.
Kami menyadari bahwasanya makalah ini masih jauh dari kata
sempurna, oleh sebab itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari semua pihak yang telah membaca laporan ini sehingga dalam
pembuatan berikutnya dapat lebih baik lagi.
Metro, Oktober 2016
Penulis
DAFTAR
ISI
Cover
Kata Pengantar.............................................................................................. .......... ii
Daftar Isi................................................................................................................. iii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah................................................................................. ....... 2
C. Tujuan........................................................................................................... 2
BAB
II PEMBAHASAN
A. Langkah – Langkah Penyusunan Soal............................................... ....... 3
B. Penulisan Soal Uraian......................................................................... ....... 4
1.
Keunggulan Dan Keterbataan...................................................... ....... 4
2.
Kaidah – Kaidah Penulisan Soal......................................................... 4
C. Penulisan Soal Pilihan Ganda............................................................. ....... 5
1.
Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda................................................. 6
2.
Penelaahan Butir Soal.................................................................. ....... 7
3.
No. Deskriptor Ya Tidak..................................................................... 8
4.
Pemeriksaan Hasil Tes......................................................................... 9
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan.............................................................................................. 10
SOAL LATIHAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kualitas
pendidikan tidak dapat dilepaskan dari prosedur evaluasi berupa pengukuran
hasil belajar pendidikan karena pengukuran merupakan salah satu dari sekian
faktor dalam sistem yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan. Memperbaiki
kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan membuat sistem pengukuran yang baik.
Prosedur pada kegiatan pengukuran harus sistematis, pelaksanaannya pun
harus memiliki akuntabilitas yang tinggi, serta hasilnya diharapkan dapat
menjelaskan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Dengan dilakukannya
pengukuran, seoarang pendidik akan dengan mudah menilai sejauh mana tingkat
pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran.
Bahkan
dengan mudah dapat dihimpun informasi sampai sejauh mana peserta didik mampu
mengaplialasikan, mensintesa, dan menganalisis materi yang diajarkan oleh
pendidik. Mengukur kemampuan peserta didik secara akurat sangatlah penting
karena pendidik tidak dapat membantu peserta didiknya secara efektif jika
tidak mengetahui pengetahuan dan ketrampilan yang dikuasai peserta didiknya
dan mata pelajaran apa yang masih menjadi masalah bagi peserta didiknya. Hal
yang sama pentingnya adalah pendidik tidak dapat memperbaiki pembelajaran
jika tidak memperoleh indikasi efektifitas dalam mengajar. Tes merupakan salah
satu cara untuk menaksirkan besarnya tingkat kemampuan manusia secara tidak
langsung, yaitu melalui respon seseorang terhadap sejumlah stimulus atau
pertanyaan. Oleh karena itu, agar diperoleh informasi yang akurat mengenai
kualitas pendidikan maka dibutuhkan tes yang baik, bermutu,dan berkualitas.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana prosedur penulisan soal
bentuk pilihan uraian?
2.
Bagaimana proedur penulisan soal
bentuk pilihan ganda?
C.
Tujuan
1.
Untuk mengetahui prosedur penulisan
soal bentuk uraian.
2.
Untuk mengetahui prosedur penulisan
soal bentuk pilihan ganda.
BAB II
PEMBAHASAN
Proses penyusunan secara umum, proses pengembangan,
penyusunan, penyajian, dan pemanfaatan suatu tes prestasi belajar dapat
digambarkan dalam langkah – langkah berikut:
1. Penentuan
tujuan tes
2. Penentuan
kisi – kisi tes
3. Penulisan
soal
4. Penelaahan
soal
5. Uji
coba soal dan analisisnya
6. Perakitan
soal menjadi perangkat tes
Secara umum, ada beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam penyusunan soal :
a. Mengikuti
langkah-langkah dan prosedur yang benar
b.
Mengikuti berbagai kaidah yang ada agar soal-soal yang dihasilkan membentuk
perangkat tes yang valid
c.
Mengikuti syarat-syarat dalam penyusunan
soal
A.
Langkah-Langkah Penyusunan Soal
Sebagai
sebuah proses, maka dalam penyusunan soal harus mengikuti langkah-langkah
berikut:
1. Pilih
materi atau topik yang tepat untuk diangkat menjadi bahan ujian
2. Tentukan
dari materi atau topik terpilih tersebut, bagian mana yang tepat untuk
dijadikan soal dengan bentuk pilihan ganda atau benar-salah atau isian, atau
uraian, atau ujian praktek
3. Buat
kisi-kisi soalnya yang disesuaikan dengan indikator capaian dalam setiap materi
atau topik terpilih
4. Tulis
soal mengacu pada indikator sebagaimana dituangkan dalam kisi-kisi
5. Tulis
kunci jawaban (untuk soal selain uraian) atau pedoman penskoran (untuk soal
uraian)
6. Penelaahan
dan perakitan soal beserta kunci jawaban atau pedoman penskorannya.
B.
Penulisan Soal Uraian
Bentuk soal
uraian adalah suatu soal yang jawabanya menurut siswa untuk mengingat dan
mengorganisasikan pikirannya, mengemukakan pendapatnya, dan mengekspresikan
gagasan – gagasan atau hal – hal yang telah dipelajari dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan
gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis.
1. Keunggulan
Dan Keterbatasan
Keunggulan
soal bentuk uraian adalah dapat mengukur siswa dalam hal mengorganisasikan
pikirannya, mengemukakan pendapatmya, dan mengekresikan gagasan – gagasan
dengan menggunakan kata – kata atau kalimat siswa itu sendiri.
Keterbatan
soal bentuk uraian antara lain adalah jumlah materi atau konsep/sub konsep yang
dapat ditanyakan relatif terbatas, waktu untuk memeriksa jawaban siswa
cukup lama, penskorannya relatif subyektif terutama untuk soal uraian nan
obyektif, dan tingkat reliabilitasnya relatif rendah dibanding
dengan soal bentuk pilihan ganda.
2. Kaidah
– Kaidah Penulisan Soal
Beberapa kaidah
yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk uraian adalah sebagai
berikut:
a. Materi
Ø Saol
harus sesual dengan indikator
Ø Batasan
pertanyaan dan jawaban harus jelas
Ø Isi
materi sesuai dengan tujuan pengukuran
Ø Isi
materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan jenjang, jenis sekolah, atau tingkat sekolah.
b. Kontruksi
Ø Rumusan
kalimat soal atau pertanyaan harus menggunakan kata – kata tanya atau perintah
yang menurut jawaban terurai.
Ø Butir
soal disertai pedoman penskoran
Ø Rumusan
kalimat soal tidak menimbulkan penafsiran pilihan ganda
Ø Gambar,
grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapatpada soal harus jelas dan
berfungsi
c. Bahasa
Ø Ruusan
butir soal menggunakan bahasa yang sederhana, komutatif, dan mudah dipahami
Ø Rumusan
soal tidak mengandung kata – kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik
Ø Rumusan
soal tidak mengandung kata – kata/ kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.
Ø Butir
soal menggunakan bahasa indonesia yang baik dan benar.
Ø Rumusan
soal sudah mempertimbangkan.
C.
Penulisan
Soal Pilihan Ganda
Tes
obyektif pilihan ganda merupakan jenis tes obyektif yang paling banyak di
gunakan. Konstruksi tes pilihan ganda terdiri atas dua bagian, yaitu pokok soal
(stem) dan alternatif jawaban. Satu diantara alternatif jawaban tersebut adalah
jawaban yang benar atau jawaban yang paling benar (kunci jawaban), sedangkan
alternatif jawaban yang lain berfungsi sebagai pengecoh (distraktor). Pokok
soal dapat dibuat dalam dua bentuk, yaitu dalam bentuk pertanyaant tidak
selesai atau dalam bentuk kalimat tanya. Jumlah alternatif jawaban yang dibuat
terdiri atas 4 (empat) atau 5 (lima) option jawaban., untuk uji kompetensi
sebanyak 5 (lima) option jawaban. Tata tulis tes pilihan ganda diatur sebagai
berikut. Jika pokok soal (stem) ditulis dengan kalimat tidak selesai, maka awal kalimat ditulis
dengan huruf besar dan awal option
ditulis dengan huruf kecil (kecuali untuk nama diri atau nama tempat).
Karena
pokok soal ditulis dengan kalimat tidak selesai, maka pada akhir kalimat disertai 4 (empat)
buah titik. Tiga buah titik pertama
adalah titik – titik untuk pokok soal
pokok soal yang ditulis dengan kalimat tidak selesai dan satu titik yang
terakhir merupakan titik akhir alternatif jawaban. Dengan demikian akhir setiap
alternatif jawaban tidak perlu diberi tanda titik. Jika pokok
kalimat ditulis dengan kalimat tanya , maka awal kalimat ditulis dengan huruf
kapital dan akhir kalimat diberi tanda tanya. Setiap awal option dimulai dengan
huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Jenis soal yang sering digunakan
untuk uji kompetensi profesi adalah soal objektif bentuk pilihan ganda yang
berupa kasus. Struktur soal terdiri dari kasus (scenario/vignette), pokok
soal/pertanyaan (stem/land in), dan alternatif jawaban (option). Kasus/scenario
yang dibuat adalah kasus – kasus factual/nyata, dengan pola pertanyaan harus
berbentuk kata tanya, jelas dan dapat dijawab tanpa melihat option jawaban.
Secara lebih rinci dibawah ini diuraikan.
1. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda
a.
Materi
Ø Soal
harus sesuai dengan indikator
Ø Pilihan
jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi
Ø Setiap
soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.
b.
Konstruksi
Ø Pokok
soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas
Ø Rumusan
pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan
Ø Pokok
soal jangan materi petunjuk ke arah jawaban yang benar
Ø Pokok
soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda
Ø Panjang
rumusan pilihan jawaban harus relatif sama
Ø Pilihan
jawaban jangan mengadung pernyataan , “Semua pilihan jawaban diatas salah”,
atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”
Ø Pilihan
jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar
kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya
Ø Gambar,
grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yang terdapat pada soal harus jelas dan
berfungsi
Ø Butir
soal jangan bergantung pada pada jawaban soal sebelumnya
c.
Bahasa
Ø Setiap
soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa indonesia
Ø Jangan
menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan di gunakan untuk
daerah lain atau nasional
Ø Setiap
soal harus menggunakan bahasa yang komutatif
Ø Pilihan
jawaban jangan menggandung kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan
pengertian
2. Penelaahan
Butir Soal
Sebelum butir
soal tersebut digunakan untuk mengukur kompetensi peserta ujian, butir soal
tersebut perlu di telaah terlebih dahulu. Proses penelaahan hendaknya dilakukan
oleh orang yang menguasai materi dan konstruksi tes (reviewer), adapun yang
harus dilakukan dalam penelaahan butir soal adalah sebagai berikut:
Ø Menelaah
materi uji (harus relevan dengan kompetensi inti, bahasa dan tingkat kesulitan)
Ø Menelaah
struktur soal (stem-option dan atau scenario-stem-option)
Ø Menyusun
kesimpulan telaahan (komentar umum dan saran, keputusanditerima, direvisi,
dikembalikan kepada penyusun atau drop) dibawah ini adalah daftar cek yang
dapat digunakan sebagai pedoman dalam menelaah butir soal pilihan ganda.
3. No.
Deskriptor Ya Tidak
Ø Inti
permasalahan yang akan ditanyakan sudah dirumuskan dengan jelas pada pokok soal
Ø Tidak
ada pengulangan kata yang sama pada alternatif jawaban
Ø Tidak
ada penggunaan kalimat yang berlebihan pada pokok soal
Ø Alternatif
jawaban yang disediakan hendaknya logis, homogen, baik dari segi materi atau
panjang pendeknya kalimat, dan pengecoh
menarik untuk dipilih
Ø Pada
pokok soal tidak ada petunjuk kearah jawaban yang benar
Ø Hanya
ada satu jawaban yang benar atau paling benar
Ø Pook
soal dirumuskan dengan pernyataan positif
Ø Tidak
ada alternatif jawaban yang berbunyi semua jawaban benar atau semua jawaban
salah
Ø Alternatif
jawaban yang berbentuk angka sudah disusun secara berurutan
Ø Suatu
butir soal tidak bergantung dari jawaban butir soal yang lain
Catatan:
-
Konstruksi butir soal
dikatakan baik jika tidak ada tanda cek pada kolom “tidak”
-
Butir soal yang tidak
baik dikembalikan pada pembuat soal untuk diperbaiki, atau didrop. Jika
berdasarkan hasil penelaahan butir soal tersebut dikatakan baik, maka butir
soal tersebut siap untuk dirakit, diketik, dan kemudian di gandakan. Selam
proses pengembangan tes, maka kerahasiaan tes harus dijaga. Setelah tes
dilakukan, maka dengan segera hasilnya diperiksa.
4. Pemeriksaan
Hasil Tes
Cara
pemeriksaan hasil tes pada pilihan ganda yang paling banyak dilakukan oleh para
praktisi pendidikan dilapangan adalah dengan pemeriksaan secara manual. Cara
ini tepat dilakukan jika jumlah peserta tes tidak terlalu banyak dan dilakukan
dengan cara sebagai berikut:
-
Buatlah master jawaban (dari plstik transparansi) dengan
mengacu pada format lembar jawaban yang digunakan peserta ujian
-
Gunakan master jawaban
tersebut untuk memeriksa setiap jawaban peserta ujian
-
Jawaban peserta ujian
yang sesuai dengan jawaban yang ada pada master adalah jawaban yang beanar,
sedangkan jawaban yang tidak sesuai merupakan jawaban yang salah
-
Hitung jumlah jawaban
yang benar sebagai dasar untuk menghitung tingkat penguasaan yang di capai
peseta ujian. Setelah didapatkan hasil ujian, maka dilakukan penilaian
berdasarkan Penilaian Acuan Patokan (PAP) yang telah disepakati. Adapun
hasilnya dinyatakan menjadi dua, yaitu lulus ujian (kompeten) dan atau tidak
lulus (tidak/belum kompeten).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kaidah atau penyusunan soal pilihan
uraian dan soal pilihan ganda langkah – langkahnya hampir atau prosesnya hampir
sama yaitu roses penyusunan secara umum, proses pengembangan, penyusunan,
penyajian dan pemanfaatan suatu tes prestasi belajar dapat digambarkan dalam
langkah – langkag berikut: penentuan tes, peneyusunan kisi – kisi tes,
penulisan saol, penelaahan soal, uji coba soal, termasuk analisisnya, perakitan
menjadi soal perangkat tes. Namun bentuk soal uraian menuntut siswa untuk
mengingat dan mengorganisasikan gagasan – gagasan atau hal – hal yang telah dipelajarinya dengan cara
mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian
tertulis.
Soal Latihan
1. Sebutkan
hal-hal yang harus diperhatikan dalam penyusunan soal!
2. Dalam
menyusun sebuah soal uraian maupun pilihan ganda, kita harus mengikuti
langkah-langkah penyusunan soal. Jelaskan langkah-langkah dalam penyusunan soal
tersebut!
3. Sebutkan
dan jelaskan kaidah-kaidah dalam penulisan soal uraian dan pilihan ganda!
4. Dalam
penulisan soal uraian terdapat keunggulan dan keterbatasan. Sebutkan!
5. Dalam penulisan soal pilihan ganda, penelaahan
butir soal perlu dilakukan terlebih dahulu sebelum butir soal tersebut
digunakan untuk mengukur kompetensi peserta ujian. Adapun yang harus dilakukan
dalam penelaahan butir soal yaitu? Jelaskan!
DAFTAR PUSTAKA
Dikti Kemenkes.2010.Panduan Pengembangan Penulisan Soal.Jakarta:
Direktorat Ketenagaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian
Pendidikan Nasional.
http://efidrew.wordpress.com/2012/10/19/pengantar-evaluasi-diklat/
diakses pada hari jumat pikul
08.00 WIB.
http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/168-artikel-pengembangan-sdm/9938-bagaimana-menyusun-soal-yang-baik
diakses pada hari jumat pikul 08.00 WIB.
https://www.scribd.com/doc/265497550/Kaidah-Penyusunan-Soal-Pilihan-Ganda-dan-Soal-Uraian
diakses pada hari jumat pikul 08.00 WIB.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar